RESUME
PERTEMUAN KE 7
STEREOKIMIA
Stereokimia merupakan sebuah
subdisiplin kimia,
melibatkan studi tentang penataan ruang relatif atom yang membentuk struktur molekul dan
manipulasi mereka. Cabang penting dari stereokimia adalah studi tentang molekul
kiral.
1.
Konfigurasi mutlak dan relatif
A. Konfigurasi
mutlak
Sampai tahun 1956,
konfigurasi mutlak tidak ada senyawa optik aktif dikenal. Sebaliknya,
konfigurasi ditugaskan relatif terhadap standar, gliseraldehida., Yang awalnya
dipilih oleh E. Fischer (sekitar 1885) untuk tujuan menghubungkan konfigurasi
karbohidrat. Fischer sewenang-wenang ditugaskan 3a konfigurasi untuk
dekstrorotatori gliseraldehida, yang dikenal sebagai D - (+) - gliseraldehida.
The levorotatory enansiomer, 3b, ditunjuk sebagai L - (-) - gliseraldehida.
(Jika Anda tidak yakin tentang terminologi D dan L, atau aturan untuk menulis
Fischer rumus proyeksi, ulasan Bagian 5-3C dan 5-4.)
Penetapan Konfigurasi
Sistem ( R ) atau( S )
·
Bayangkan molekul dalam bentuk 3D, putarmolekul hingga gugus berprioritas
rendahberada di belakang.
·
Gambar panah dari gugus berprioritas palingtinggi ke rendah.
·
Searah jarum jam = (R ), berlawanan jarum jam = (S) =>
Pengaturan yang tepat
dari substituen di sebuah pusat stereogenik dikenal sebagai konfigurasi mutlak
molekul. Hal ini biasanya dicapai dengan memecahkan struktur kristal x-ray dari
molekul, metode yang tidak selalu tersedia, atau dengan kesimpulan berdasarkan
reaksi kimia dari stereokimia tertentu yang melibatkan senyawa yang konfigurasi
mutlak diketahui.
Susunan atom dalam
molekul optik aktif, berdasarkan interkonversi kimia dari atau ke senyawa yang
dikenal, adalah konfigurasi relatif. Relatif, karena tidak ada cara untuk
mengetahui hanya dengan melihat struktur apakah penugasan (+) atau (-)
berkorelasi dengan isomer tertentu, R atau S.
B.
Konfigurasi relatif
konfigurasi relatif
dapat dibentuk dengan cara kimia melalui reaksi di mana konfigurasi di pusat
kiral yang menarik adalah baik tidak berubah atau terbalik stereospecifically.
Sebagai contoh, pertimbangkan urutan reaksi yang ditunjukkan pada dimana
konfigurasi (+) - asam laktat berkaitan dengan asam amino (+) - alanin. Karena
(+) - asam laktat telah berhubungan dengan L - (-) - gliseraldehida, maka bahwa
konfigurasi mutlak L - (+) - asam laktat dan L - (+) – alanin . Ketika ada
beberapa karbon kiral dalam suatu molekul, konfigurasi pada satu pusat biasanya
berhubungan langsung atau tidak langsung untuk gliseraldehida, dan konfigurasi
di pusat-pusat lainnya relatif bertekad untuk yang pertama. Dengan demikian
dalam bentuk aldehida gula penting, (+) - glukosa, ada empat pusat kiral, dan
jadi ada 24 = 1624 = 16 stereoisorners mungkin. Proyeksi rumus isomer yang
sesuai dengan bentuk aldehida glukosa alami.
Namun, konfigurasi
dari-asam amino yang memiliki lebih dari satu karbon kiral ditentukan oleh
karbon kiral terendah-nomor, yang merupakan alpha karbon ke grup karboksil.
Dengan demikian, meskipun alam a-amino acid, treonin, memiliki jenis yang sama
persis pengaturan substituen sebagai gula alami, threose, treonin oleh konvensi
asam amino milik L-series, sedangkan threose oleh konvensi gula milik ke
D-series:
2.
Pemisahan campuran Rasemik
Campuran
rasemik merupakan suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam
jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Sebagian
masyarakat mungkin kurang memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik,
padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik.
Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda dengan
stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang
suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan stereoisomer
pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup.
Dalam kebanyakan reaksi di
laboratorium, seorang ahli kimia menggunakan bahan baku akiral maupun resemik
dan memperoleh produk akiral dan resemik. Oleh karena itu sering kiralitas
preaksi dan produk diabaikan.
Berlawanan dengan reaksi kimia di laboratorium, kebanyakan
reaksi biologis mulai dengan pereaksi kiral atau akiral yang menghasilkan
produk-produk kiral. Reaksi biologis ini dimungkinkan oleh katalis biologis
yang disebut enzyme, yang bersifat kiral. Karena ersifat kiral mereka bisa
berlaku sangat selektif dalam kegiatan kataliknya. Misalnya, bila suatu
organisme mencernakan campuran alanine resemik, maka hanya (S) alanine yang
tergabung ke dalam bangunan protein. (R) alanine tak digunakan dalam
protein.
Teknik yang sangat umum untuk memisahkan sepasang enantiomer
ulah mereaksikan mereka dengan suatu regansiral kiral sehingga diperoleh
sepasang produk diastereometik. Jadi, sepasang diastereomer dapat dipisahkan
oleh cara fisika biasa, seperti kristalisasi. Sebagai ilustrasi, (R) (S)-RCO2H
suatu campuran resemik asam karbosilat akan dipisahkan secara laboratorium
®-RCO2H dan (S)-RCO2H ialah kedua enantiomer itu. Suatu karbosilat akan
bereaksi dengan suatu amina, membentuk suatu garam.
Reaksi asam (R) (S) karbosilat dengan suatu amina, yang
berupa suatu enantiomer murni menghasilkan sepasang garam diastereomer. Garam
amina dari asam (R) dan garam amina dari asam (S).
Dalam reaksi ini produk yang mungkin
hanyalah garam (R,S) dan garam (S,S) yang bukan enantiomer satu dari yang lain.
Enantiomer kedua garam ini masing-masing ialah garam (S,R) dan garam (R,R). Tak
satupun garam ini akan terbentuk, karena hanya digunakan (S) amina.
Setelah pemisahan, masing-masing garam diasterometik ini
diolah dengan basa kuat untuk memperoleh kembali aminanya. Amina dan ion
karbosilat dapat dipisahkan oleh ekstraksi dengan pelarut seperti dietil eter .
Resolusi asam resemik bergantung
pada pembentukan garam, dengan menggunakan suatu enantiomer tunggal suatu amina
kiral. Amina lazim digunakan adalah amfetamina, yang dapat diperoleh sebagai
enantiomer-enantiomer secara komersial dan strikhina dalam alam.
Dalam
kebanyakan reaksi di laboratorium, seorang ahli kimia menggunakan bahan baku
akiral ataupun rasemik dan memperoleh produk akiral dan rasemik. Oleh karena
itu sering kiralitas (atau tiadanya kiralitas) pereaksi dan produk diabaikan
dalam bab-bab berikutnya.
saya ingin bertanya pada bagian pemisahan campuran resemik yaitu :
BalasHapuskenapa Resolusi asam resemik bergantung pada pembentukan garam ?
baiklah saya akan mencoba menjawab .
BalasHapusTak satupun garam ini akan terbentuk, karena hanya digunakan (S) amina.
Setelah pemisahan, masing-masing garam diastereometrik ini diolah dengan basa kuat untuk memperoleh kembali aminanya. Amina dan ion karboksilat dapat dipisahkan oleh ekstraksi dengan pelarut seperti dietil eter (amina larut, sedang garam karboksilat tidak). Pengasaman lapisan air akan menghasilkan asam karboksilat bebas sebagai suatu enantiomer.
dari penjelasan tersebut , sehingga resolusi asam resemik itu terjadi apabila ada garam .
dalam arti tanpa terbentuknya garam , berarti resolusi asam resemik tidak terjadi atau tidak ada.
selamat siang chris,saya ingin bertanya tolong jelaskan bagaimana cara pemisahan masing-masing garam diasterometik pada campuran rasemik?
BalasHapusbaiklah saya akan mencoba menjawab .
Hapusmasing-masing garam diasterometik ini diolah dengan basa kuat untuk memperoleh kembali aminanya. Amina dan ion karbosilat dapat dipisahkan oleh ekstraksi dengan pelarut seperti dietil eter .
saya rianti nita wulandari ingin mencoba menjawab pertanyaan nita sari 1. Resolving agent kiral
BalasHapusTeknik ini bergantung pada enantiomer yang memiliki sifat fisik identik dan diastereomer umumnya yang memiliki sifat berbeda. Contoh: memisahkan enansiomer asam2-hydroxylpropionic. Perlu ditambahkan sebagai resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil-etilamin untuk membentuk dua spesies yang berbeda garam yang diastereomer satu sama lain. Para diastereomer kemudian dapat mengkristal secara terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna.
2. Kromatografi kiral
Dalam proses ini, rasemat dijalankan melalui kolom yang diisi dengan zat kiral. Enansiomer akan berinteraksi secara berbeda dengan substansi dan kemudian akan mengelusi (atau menyaring melalui substansi) pada tingkat yang berbeda. Teknik ini juga diterapkan untuk campuran enantiomer samping campuran rasemat, misalnya untuk memurnikan spesies dari sejumlah kecil enansiomernya.
terimakasih banyak saudari rianti . sangat membantu ..
HapusSelamat malam kris saya mau bertanya coba anda jelaskan posisi orbital R dan S dimanakah perbedaan dri orbital tersebut,?
BalasHapusTerimakasih
perbedaannya Penetapan Konfigurasi Sistem ( R ) atau( S )
BalasHapusGambar panah dari gugus berprioritas palingtinggi ke rendah.
· Searah jarum jam = (R ), berlawanan jarum jam = (S) =>